Jenis Penyakit yang dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I)
a. Difteri
Difteri
adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyebarannya
adalah melalui kontak fisik dan pernafasan. Gejala awal
penyakit adalah radang tenggorokan, hilang nafsu makan dan demam ringan. Dalam 2-3 hari timbul selaput putih
kebiru-biruan pada tenggorokan dan tonsil. Difteri
dapat menimbulkan komplikasi berupa gangguan pernafasan yang berakibat
kematian.
b. Pertusis
Disebut juga batuk rejan
atau batuk 100 hari adalah penyakit pada saluran pernafasan yang disebabkan
oleh bakteri Bordetella pertussis. Penyebaran pertusis adalah melalui percikan
ludah (droplet infection) yang keluar dari batuk atau bersin. Gejala penyakit adalah pilek, mata merah,
bersin, demam, dan batuk ringan yang lama-kelamaan batuk menjadi parah dan
menimbulkan batuk menggigil yang cepat dan keras. Komplikasi pertusis adalah pneumania bacterialis yang dapat
menyebabkan kematian.
c. Tetanus
Adalah penyakit yang
disebabkan oleh Clostridium tetani yang menghasilkan neurotoksin. Penyakit ini
tidak menyebar dari orang ke orang, tetapi melalui kotoran yang masuk ke dalam
luka yang dalam . Gejala awal penyakit adalah kaku otot pada rahang, disertai
kaku pada leher, kesulitan menelan, kaku otot perut, berkeringat dan demam. Pada bayi terdapat juga gejala berhenti menetek (sucking) antara 3 sampai dengan 28 hari setelah lahir. Gejala
berikutnya adalah kejang yang hebat dan tubuh menjadi kaku. Komplikasi tetanus adalah patah tulang akibat kejang, pneumonia dan infeksi
lain yang dapat menimbulkan kematian.
d. Tuberkulosis
Adalah penyakit yang
disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosa
(disebut juga batuk darah). Penyakit ini menyebar
melalui pernafasan lewat bersin atau batuk. Gejala awal penyakit adalah lemah
badan, penurunan berat badan, demam, dan keluar keringat pada malam hari.
Gejala selanjutnya adalah batuk terus-menerus, nyeri dada dan (mungkin) batuk
darah. Gejala lain tergantung pada organ yang diserang. Tuberkulosis
dapat menyebabkan kelemahan dan kematian.
e. Campak
Adalah penyakit yang
disebabkan oleh virus myxovirus viridae measles.
Disebarkan melalui udara (percikan ludah) sewaktu bersin atau batuk dari penderita. Gejala awal
penyakit adalah demam, bercak kemerahan, batuk, pilek, konjunctivitis (mata
merah). Selanjutnya timbul ruam pada muka dan leher, kemudian
menyebar ke tubuh dan tangan serta kaki. Komplikasi campak adalah diare hebat, peradangan
pada telinga dan infeksi saluran napas (pneumonia).
f. Poliomielitis
Adalah penyakit pada
susunan saraf pusat yang disebabkan oleh satu dari tiga virus yang berhubungan,
yaitu virus polio tipe 1, 2 atau 3. Secara klinis penyakit polio adalah anak di
bawah umur 15 tahun yang menderita lumpuh layu akut (acute flaccid paralysis = AFP). Penyebaran penyakit adalah melalui kotoran
manusia (tinja) yang terkontaminasi. Kelumpuhan dimulai
dengan gejala demam, nyeri otot dan kelumpuhan terjadi pada minggu pertama
sakit. Kematian bisa terjadi karena kelumpuhan otot otot
pernafasan terinfeksi dan tidak segera ditangani.
g. Hepatitis B
Hepatitis B (penyakit
kuning) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B yang merusak
hati. Penularan penyakit adalah secara horizontal yaitu dari darah dan
produknya melalui suntikan yang tidak aman melalui transfusi darah dan melalui
hubungan seksual. Sedangkan penularan secara vertikal yaitu dari ibu ke bayi selama
proses persalinan, Infeksi pada anak biasanya tidak menimbulkan
gejala. Gejala yang ada adalah merasa lemah, gangguan perut dan gejala lain
seperti flu. Urin menjadi kuning, kotoran menjadi pucat. Warna
kuning bisa terlihat pula pada mata ataupun kulit. Penyakit ini bisa menjadi kronis dan
menimbulkan pengerasan hati (Cirrhosis
Hepatis), kanker hati (Hepato
Cellular Carsinoma) dan menimbulkan kematian.

Comments
Post a Comment